5 Manfaat Mental Buat Laki-laki Yang Berani Hidup Sendiri

Hidup sendiri itu nikmat pak, ada sensasi jiwa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Gua inget banget momen-momen keluar dari rumah untuk hidup sendiri pertama kali.

Waktu itu awal 2018, sore menjelang malam dan hujan sedang deras, gua menjauhi rumah gua dengan mobil grab yang membawa barang-barang gua menuju kosan baru.  

waduuh paraah elu Saar udah enak-enak kerja sambil hidup bareng keluarga, elu malah milih hidup sendiri.. gua nggak mau tau dah kalo ada apa-apa..” gua berpikir ke diri gua sendiri saat di mobil.

Jujur ada rasa takut saat gua di dalam mobil grab itu, si supir ngajak ngobrol pun nggak gua simak. Soalnya gua ninggalin rumah dan keluarga untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.

Hati menolak pergi tapi otak dan insting gua memaksa.

Sesampainya di depan kosan dan sudah malam, gua taruh dan rapihkan semua barang-barang dan langsung bersih-bersih.

Setelah beres, gua keluar kosan dan mencari makan. Saat berjalan gua memandang sekitar dan gua tersenyum dan ngomong ke diri gua “Elu bebaas saar, elu nggak salah memutuskan!”.

Gua TAHU BETUL dengan intuisi gua kalau gua harus keluar dari rumah dan mulai hidup sendiri.

Dan ini bukan niat hidup sendiri karena bekerja. Gua berkomitmen nggak akan hidup bareng lagi dengan orang tua. Gua mau melatih diri gua untuk bergantung pada Tuhan dan diri sendiri.

Sejak saat itu, gua menikmati semua sensasinya. Makan sendiri, bangun tidur nggak ada orang, bepergian kemanapun sepuasnya.

galeri nasional
Bepergian ke Galeri Nasional Jakarta, 2018

Bahkan saat terbaring sakit sendirian, gua menikmati sensasinya.

Nah, terus kenapa elu para cowok juga harus nyoba?

1. Elu Belajar Bergantung Pada Tuhan dan Diri Sendiri

bepergian sendiri

Ada kutipan di film Starwars yang ngena banget untuk direnungkan tentang bagaimana menjalani hidup tanpa ketakutan:

Latih dirimu melepaskan hal yang kau takut kehilangan.” – Yoda Starwars

Ada kekuatan di balik melepaskan hal yang kita sayangi, seperti keluarga. Mentalitas yang terbentuk adalah bahwa satu-satunya orang yang bisa elu andalkan adalah elu sendiri. Elu jadinya akan menghidupkan insting bertanggung jawab dan bertahan hidup.

Dan gua nggak bilang untuk memusuhi dan menjauhi keluarga. Kita tetap bisa sekali-kali mampir berkunjung.

Tapi semua yang ada di dunia ini bisa berubah sekejab, orang tua dan keluarga kita nggak bakal hidup selamanya. Dan kita harus siap secara mental saat hal tersebut terjadi dengan melatih diri untuk hidup sendiri.

2. Elu Belajar Mengenal Diri Sendiri

Terus terang, hampir 3 tahun gua hidup sendiri, banyak hal baru yang gua pelajari tentang diri gua sendiri dan dunia.

Misalnya gua baru tahu ternyata gua tipe orang yang suka berjalan kaki jauh, gua baru tahu bahwa budaya itu super penting, gua sadar kalau gua mampu mempelajari skill baru secara otodidak, dll.

Gua juga banyak sadar tentang orang tua gua sendiri. Contohnya gua sadar bahwa ternyata bapak gua nggak pintar mengatur uang, ibu gua ternyata belum dewasa-dewasa haha, dll.

Hal-hal seperti ini mungkin nggak bakal pernah gua sadari kalau gua nggak pernah hidup sendiri.

Dan penting banget untuk kita mengenal diri sendiri agar kita tahu kemana tujuan kita. Dan masa probasi untuk mengenal diri sendiri adalah seumur hidup.

Itulah hal hebat tentang hidup, umur kita bahkan nggak cukup untuk bisa mengupas semua tentang diri kita sendiri.

3. Elu belajar menjadi pria

Suka atau enggak, kita adalah makhluk patriarki. Seperti singa dan gorilla.

Kalau elu pernah nonton National Geographic, elu perhatikan singa dan gorilla jantan pas kelar makan dan ngentot, mereka balik ke singgasananya dan nggak bakal ada yang berani untuk ganggu dan mendekat.

Ini salah satu kodrat makhluk patriarki, ada hasrat tinggi menyendiri.

Nah cara elu menerima kodrat lu adalah dengan menjadi pria yang merupakan makhluk otonom, mampu hidup dan berpikir logis untuk diri sendiri dan menggeser emosional lu.

4. Belajar Menjadi Jenius

bj habibie
Sumber : “Ibu Indonesia Dalam Kenangan, Gramedia”

Susah untuk menyebut jenius-jenius dalam sejarah yang nggak suka menyendiri.

Gua kemarin baca buku berjudul 100 Orang Paling Berpengaruh Sepanjang Masa dan ilmuwan-ilmuwan di situ hampir semua punya karakter penyendiri atau loner.

  • Leonardo Da Vinci
  • Nickola Tesla
  • Issac Newton
  • Albert Einstein
  • Thomas A. Edison
  • BJ Habibie (tuh gua kasih orang Indonesia)

Numpuknya waktu luang mereka dipakai untuk bekerja dan mengasah talenta, sehingga menjadi jenius.

Di bawah ini adalah kutipan dari Nickola Tesla yang agak ekstrim menurut gua, tapi perlu dipahami sentimennya.

“Saya pikir kau tidak bisa banyak menyebutkan penemuan hebat yang diciptakan pria yang sudah menikah”

Karena nggak banyak waktu luang yang dimiliki oleh laki-laki yang sudah menikah.

Di dunia olahraga, jenius yang gua tahu adalah Muhammad Ali. Dan dia terkenal dengan karakter ekstrovertnya, dia mengisi energinya saat bertemu dan berkumpul dengan banyak orang.

Tapi dalam perjalanannya menuju sukses, dia suka menyendiri. Gua nonton dokumenternya, Muhammad Ali remaja (Cassius Clay) nggak punya mobil untuk pergi ke gym latihan tinjunya, dan dia bakal berlari sendirian bermil-mil jauhnya.

Saat di gym sendiri, biasa ada banyak cewek berkunjung untuk nonton si Ali berlatih. Tapi mereka semua dicuekin saking fokusnya. Orang sampai mikir Ali nggak suka cewek alias homo.

Muhammad Ali

5. Kesempatan Untuk Menjauh Dari Orang dan Teman Negatif

Banyak orang bilang janganlah memutus tali silaturahmi.

Persetan! gua mau putus silaturahmi dengan orang negatif.

Diri kita nggak ada bedanya lima orang terdekat kita. Kalau orang terdekat kita pemalas, yaa kita ikutan pemalas. Titik.

Kalau ada orang atau teman cuma bisa bawa energi negatif ke hidup gua, mending muke nya jauh deh. Seorang teman dekat harus punya motivasi dan tujuan yang sama dengan kita biar kita bisa maju.

Bahkan orang tua sekalipun harus dijauhi kalau mereka cuma bisa bawa energi negatif dan nggak membuat elu maju.

Kesimpulan

Jangan pernah takut untuk hidup sendiri sebagai laki-laki. Karena ini adalah langkah utama laki-laki untuk menjadi pria dan mengenal dirinya sendiri.

Being alone is not being lonely.

Menyendiri bukan berarti kesepian.

Elu bisa bersosialisasi dengan mengunjungi festival, acara musik, seminar dll. Bertemu banyak orang dan juga wanita.

Peace.

Aktsar Abdikar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *