Kenapa Jatuh Cinta Dengan Wanita Berbahaya?

Kalau nggak jatuh cinta, gimana pacaran bisa nyaman?

Itu pikiran yang terkadang gua pikirkan. Karena memang, jatuh cinta itu nikmat.

Tapi nikmatnya seperti narkoba. Elu bisa nagih dan ketergantungan.

Pria mencintai wanitanya, bukan jatuh cinta. Mencintai dan jatuh cinta adalah dua hal yang berbeda yang gua akan jelaskan nanti di bawah.

Gua pribadi cuma dua kali jatuh cinta, waktu itu masih kuliah. Yang pertama bertepuk sebelah tangan, yang kedua memang pacaran.

Nah sama yang pacaran ini, kita punya banyak kesamaan. Selera musik sama, selera film sama, sama-sama suka ngobrol topik dalem, dll. Pokoknya stereotipe anak Jakarta pacaran lah.

Dapet ciuman pertama juga dari dia. Gua ingat saat acara kampus, bertepatan dengan hari ulang tahun gua, malamnya dia minta diajak nginep di manapun di Jakarta.

Nah setelah hampir dua bulan pacaran, di suatu malam gua lagi rebahan di kamar gua, tiba-tiba ada sms masuk..

“Aku mau putus, maaf banget…” kata dia

Dan gua langsung iyain dengan “yaudah, makasih” karena gua nggak mau dengar alasannya kenapa dia mutusin gua.

Tapi beuhhh rasanya itu loh, ulu hati berasa kayak ditusuk pak. Padahal nggak ada piso nggak ada apa.

Gua udah jatuh cinta dengan nih cewek.

Nah konsekuensinya, gua butuh 3-6 bulan untuk pulih dari kecewa untuk bisa fokus lagi dengan kuliah dan urusan penting gua.

Dan yang gua alami ini masih belum seberapa dengan kisah-kisah mengenaskan laki-laki lainnya yang jatuh cinta dengan wanita.

Laki-laki bisa mengorbankan apapun karena jatuh cinta dengan wanita. Dan ini bahaya.

Semua pria hebat dijatuhkan oleh Tuhan saat dia jatuh cinta.

Jatuh cinta menyebabkan ketidakstabilan mental karena elu naruh semua jiwa ke seorang wanita. Elu menjadikan dia tempat bergantung sehingga elu membuka diri untuk sakit parah jikalau wanita ini berbalik arah.

Terus apa yang harus dilakukan dong?

Elu mencintai cewek lu, bukan jatuh cinta.

Mencintai adalah menyayangi wanita dengan kadarnya sehingga mental elu masih stabil kalau nih wanita tiba-tiba berbalik arah.

Tapi jatuh cinta berbahaya.

1. Wanita kodratnya adalah makhluk bosanan

Zaman sekarang, semakin cakep cewek semakin gampang dia bisa bosan dengan elu. Kenapa? karena banyaknya opsi yang dia punya.

Apalagi wanita Jakarta. Mereka sudah mulai meniru wanita barat bahwa gonta-ganti pasangan itu lumrah.

Dan ini enggak benar sama sekali. Wanita yang baik seharusnya hanya bersama dengan satu laki-laki dalam hidupnya.

2. Banyak wanita punya banyak ‘teman’

Gua selalu heran dengan cowok yang bawa ceweknya untuk dikenalin ke tempat temannya. Untuk apa? Pamer kalau elu punya cewek?.

Jangan nangis kalau cewek elu tiba-tiba disambet temen lu sendiri.

Bro. Selalu berhati-hati kalau cewek lu punya banyak teman.

Karena seringkali yang mereka sebut sebagai teman adalah musuhnya sendiri yang bakal ngasih nasehat bodoh untuk mensabotase hubungan elu dan cewek lu.

Itulah kenapa untuk para cowok yang ceweknya nggak punya teman seharusnya berbahagia. Karena cewek elu itu cewek sejati.

3. Wanita tabiatnya cenderung pada kerusakan

Wanita zaman sekarang terobsesi dengan excitement. Mereka ingin hal-hal yang beda setiap hari.

Mereka nggak tahan berurusan dengan hal monoton. Padahal hidup yang normal ya memang monoton dan berhubungan dengan rutinitas.

Ini adalah perbuatan wanita yang cenderung pada kerusakan dan ketidakstabilan.

4. Wanita berubah-ubah

Wanita ibarat bulan, berubah-ubah setiap malam.

Mereka berpikir dan melakukan keputusan berdasarkan perasaannya saat itu. Dan itu sudah bawaan lahir yang nggak bisa diubah.

Elu nggak bisa jatuh cinta dengan sesuatu yang gampang berubah.

Kesimpulan

Laki-laki sebaiknya mencintai wanita, bukan jatuh cinta.

Jika dianugerahkan wanita yang baik. Pastinya disayang, dijaga, dan dipimpin. Itulah arti mencintai.

Sedangkan jatuh cinta adalah ketidakstabilan mental yang bisa membuyarkan fokus pada tujuan hidup.

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *