Siapakah Lebih Hebat Muhammad Ali atau Floyd Mayweather?

Apakah Floyd Mayweather mabuk? Dia bilang dia lebih hebat dari Muhammad Ali?

Muhammad Ali adalah atlit yang paling saya hormati dari atlit manapun. Sebagai atlit dan petinju, saya menyukai Muhammad Ali lebih dari semua atlit yang pernah ada di dunia.

Saya menyukai Muhammad Ali seperti banyak orang berkulit ‘hitam’ di Amerika.

Banyak orang bakal lebih menghebatkan Muhammad Ali karena apa yang dia lakukan di luar ring tinju.

Tetapi,

Apa yang dilakukan di luar ring tinju, tidak bisa dimasukkan dalam ring tinju.

Yup, Floyd Mayweather lebih hebat dari Muhammad Ali dalam tinju.

Saya punya data empiris yang kuat untuk menyokong pendapat saya dan saya tidak membiarkan rasa hormat dengan Muhammad Ali membuat saya tidak mengatakan kebenaran.

Perhatikan alasannya:

1. Floyd Mayweather Mengalahkan Lebih Banyak Juara dan Hall of Fame Tinju

Floyd Mayweather vs Canelo Alvarez

Selain mengalahkan Si legendaris Manny Pacquiao, yang baru saja di umur 40 tahun mengalahkan juara tinju welterweight tak terkalahkan Keith Thurman. Floyd Mayweather mengalahkan 16 juara tinju di mana di dalamnya ada Oscar De La Hoya, Ricky Hatton, dan Canelo Alvarez.

Petinju-petinju di atas is not a joke! Mereka monster di kelasnya.

Canelo Alvarez sekarang masih bertinju dengan rekor 56 bertinju dan 1 kali kalah. Kalahnya sama Floyd Mayweather.

Sedangkah Muhammad Ali hanya mengalahkan 10 juara tinju dan kalah di pertarungan pertama melawan Joe Frazier. Tahun 1978, Ali kalah dengan Leon Spinks yang cuma bertarung 7 kali di karir profesionalnya.

2. Floyd Mayweather Tidak Pernah Kalah, Rekornya Sempurna 50-0

Floyd mencetak rekor 50-0 di kelas tinju yang sangat kompetitif di masanya.

Banyak orang bilang Floyd menunda-nunda pertandingan supaya bisa menang. Contohnya seperti melawan Manny Pacquiao. Padahal Floyd Mayweather lebih tua dari Manny Pacquiao.

Bagaimana seorang petinju dibilang menunda-nunda pertarungan dengan petinju yang lebih muda dari dia? Tidak logis.

Sedangkan, Muhammad Ali rekornya 61-5. LIMA KALI KALAH!.

Salah satu kekalahannya adalah dengan si Leon Spinks yang bertarung hanya 7 kali di resumenya. Sudah saya katakan di atas tapi saya katakan lagi.

3. Floyd Mayweather Mendominasi Tinju selama 20 tahun

Dari 1996 sampai 2016, Floyd mendominasi semua lawan tinju di kelasnya.

Itu bukan waktu yang singkat, dan kalau dipikir, sangat sulit mempertahankan kehebatan di puncak selama 20 tahun.

Muhammad Ali mendominasi tinju sejak mengalahkan Sonny Liston tahun 1964 sampai gelar tinjunya dicabut di tahun 1967. Lalu mendominasi lagi tahun 1974 setelah mengalahkan George Foreman hingga tahun 1978 dikalahkan Leon Spinks.

Ali mendominasi selama 7 tahun dan masih jauh di bawah Floyd Mayweather.

4. Floyd Mayweather Menguasai Bisnis Tinju

Floyd Mayweather adalah bos dan promotor untuk dirinya sendiri. Dia tidak bekerja dengan Bob Arum atau Don King seperti Muhammad Ali.

Dialah yang memutuskan. Tidak dibiarkan fans awam atau siapapun mendikte dirinya untuk menentukan siapa yang dia lawan.

Tinju bukan hanya soal bertarung, tapi juga soal bisnis. Itulah kenapa petinju disebut prize fighter.

Floyd Mayweather sangat beruntung dikaruniai penasehat ahli ekonomi lulusan Harvard bernama Al Haymon.

Al Haymon mempengaruhi keputusan Floyd Mayweather di aspek bisnis tinju. Sehingga Floyd Mayweather bisa melakukan keputusan yang tepat dalam menentukan pertarungan. Meraup uang sampai puluhan juta dollar hingga 300 juta dollar dalam satu malam.

Sampai sekarang, Floyd Mayweather tetap kaya raya, sehat, dan menanam banyak investasi.

Muhammad Ali sayangnya tidak diberkahi orang yang hebat dalam bisnis yang bisa mengajari dia soal bagaimana memaksimalkan aspek bisnis dalam tinju.

Saat pensiun, Ali bangkrut hingga terpaksa melawan Larry Holmes, saat sudah jelas dia sudah menderita Parkinson. Ali kalah telak TKO di ronde 12 secara menyedihkan. Aktor terkenal Sylvester Stallon yang menonton sampai bilang “seperti menonton orang yang diotopsi hidup-hidup”.

Dan Muhammad Ali juga menjual hak paten atas namanya sendiri kepada elite Amerika seharga 50 juta dollar.

Elite Amerika ini lalu menggunakan nama Muhammad Ali untuk propaganda liberalisme dan globalisme di Amerika dan seluruh dunia.

Ini adalah fakta tragis Muhammad Ali yang jarang orang tahu.

5. Floyd Mayweather Kerja Super Keras

Etos kerja Floyd Mayweather tidak perlu diragukan dan patut diteladani. Tidak ada malam di mana Floyd Mayweather tidak siap bertarung.

Mungkin, tidak ada atlit yang bekerja lebih keras dari Floyd Mayweather di zamannya. Dia berada di raung Kobe Bryant dan Michael Jordan yang terkenal dengan etos kerjanya.

Lain hal, Muhammad Ali bukanlah atlit yang terkenal dengan etos kerjanya, terutama saat lewat masa primanya.

Larry Holmes pernah bilang Ali cuma latihan 2 minggu sebelum melawan monster juara dunia George Foreman. Yup, walaupun Ali mengalahkan Foreman, Ali mungkin bisa menghindari pukulan keras bertubi-tubi dari George Foreman jika dia berlatih lebih keras. Karena Ali menerima banyak pukulan parah saat itu.

6. Floyd Mayweather Lebih Hebat Dalam Bertahan dan Kemampuan Teknisnya

Floyd Mayweather adalah Defensive Wizard. Lawan pukul 10 kali, yang kena udara semua.

Saya nonton pertarungan Floyd melawan Canelo di mana Floyd berdiri di depan Canelo, dan tidak ada satupun pukulan yang kena.

Floyd sangat fenomenal dalam kemampuannya bertahan.

Mungkin satu-satunya kelemahan Floyd Mayweather hanyalah di pukulan KO atau one punch knock out. Semua skillnya punya rating 99 dari 100. Bertahan, menyerang, jab, hook, footwork, mental, dll.

Muhammad Ali di lain sisi, kelemahannya adalah rentannya dia dipukul dengan hook kiri. Semua knockdown yang dialami Ali adalah karena hook kiri. Melawan Doug Jones (1962), Henry Cooper (1963), dan Joe Frazier (1971).

Lalu Muhammad Ali terlalu mengandalkan kemampuan atletis dan refeksnya yang gesit saat muda. Sehingga saat usia sudah tidak prima lagi dan refleks menurun, Ali tidak bisa menyelamatkan diri dari pukulan petinju-petinju elit di zamannya.

Ini adalah kemungkinan yang membuat Muhammad Ali menderita Parkinson.

7. Floyd Mayweather Pensiun Dari Tinju Hidup-hidup

Saya belum pernah melihat pensiunan petinju yang lebih sukses dari Floyd Mayweather. Baik secara fisik dan finansial. Kebanyakan petinju bangkrut dan sakit-sakitan setelah pensiun.

Nih orang sudah merencanakannya dari hari pertama. Mottonya adalah hitting and not get hit (memukul dan jangan sampai terpukul) benar-benar terbayar. Floyd tidak pensiun sakit-sakitan, ngomong belibet, dan bangkrut.

Floyd Mayweather awet muda dan menikmati pundi-pundi uangnya setelah pensiun.

Walaupun motto hitting and not get hit tersebut sebenarnya bermula dari Muhammad Ali. Tapi Ali tidak terus mempraktikannya di masa-masa akhirnya bertinju.

Muhammad Ali pada periode 70an mungkin sedikit besar kepala. Dia menganggap dirinya sebagai Tuhan tinju, sehingga suka takabur.

Contohnya saat Ali melawan Joe Frazier tahun 1971, Ali banyak main-main dan tidak serius, sehingga kalah.

Don’t you know I’m God! ” – Muhammad Ali

And I’m gonna beat you god!” – Joe Frazier

Floyd Mayweather tidak pernah bermain-main saat pertarungan. Selalu siap dan serius di setiap pertarungannya.

Protect yourself at all times.

Floyd Mayweather

Kesimpulan

Saya setuju bahwa Floyd Mayweather adalah petinju terhebat sepanjang masa. Lebih hebat dari Muhammad Ali.

Floyd Mayweather tidak mabuk dan mengkhayal. Dan sebagai petarung dan kompetitor hebat, dia harus berpikir seperti itu.

Dengan melihat pencapaian, fakta, dan data. Tidak ada keraguan lagi.

Kehebatan tinju Floyd Mayweather memang nomor wahid, hampir sempurna. Dengan rekor tak terkalahkan dan waktu dominasinya selama 20 tahun.

Sangat sangat susah untuk terus berada di puncak selama 20 tahun Pak!.

Kita bisa mengambil banyak pelajaran dari Floyd Mayweather tentang bagaimana dia mengasah bakatnya dengan kerja keras yang luar biasa.

Dan bagaimana dia menerapkan mental pebisnis ke dalam bakatnya. Sehingga dia tidak hanya menjadi petinju terhebat, tapi juga seorang bos dan atlit terkaya.

Walaupun begitu,

Saya selalu menghormati Muhammad Ali sebagai inspirasi dan entertainer sejati dalam olahraga.

Saya punya kulit gelap seperti Ali dan saya bangga dengan Ali.

Saat Muhammad Ali meninggal di bulan Juni 2016, tidak ada satu haripun dalam setahun di mana saya tidak memikirkan Muhammad Ali. Histori youtube saya pun penuh dengan video Muhammad Ali.

Tapi Floyd Mayweather tetap lebih hebat.

Peace.

Aktsar Abdikar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *