Cintai Pekerjaanmu: Kenapa Penting Banget Menghidupkan ‘Passion’

Orang-orang super sukses mungkin prihatin, tersenyum, atau bahkan tertawa melihat banyak orang susah payah banting tulang menyambung hidup mengerjakan pekerjaan yang mereka benci.

Pemikiran fana ini seharusnya mendorong kita untuk mencari tahu apa yang membuat mereka bisa sukses dari kebanyakan orang.

Jika kamu tidak bisa mencintai pekerjaanmu, kamu tidak tercipta untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.

Tuhan menciptakan manusia satu paket dengan tujuan, bakat, dan passionnya. Sebagai bekal untuk nantinya bisa dimonetisasi.

Apakah tujuan tersebut sebagai dokter, insinyur, artis, penulis, dll. Tujuan ini jika dikerjakan akan memberikan rasa kepuasan dan kebahagiaan.

Dan produk yang dihasilkan dari rasa ‘cinta’ ini akan memancarkan energi positif. Sehingga orang-orang akan merasakan manfaatnya dan sulit menolaknya.

Cintai pekerjaanmu. Jadikan ini prioritas dalam langkah utama kita menuju jalan sukses. Karena kamu akan merasakan semua hal di bawah ini:

1. Kamu Bahagia

Jelas sekali. Hidup bakal lebih menyenangkan ketika kita menjadikan passion kita sebagai alat untuk mencari uang.

Apa poin pentingnya bekerja, sedangkan mental dan batin tidak senang mengerjakannya? Kenapa harus mengerjakan hal yang tidak membuatmu senang, padahal ada kerjaan lain yang bisa membuatmu senang?

2. Kamu Dapat Menciptakan Mahakarya

Perhatikan produk-produk yang kamu sukai. Smartphone yang kamu genggam, TV yang kamu tonton, AC yang membuat kamu nyaman, channel youtube yang menghibur kamu. Semuanya adalah buah ide dan kerja keras dari orang-orang yang mencintai pekerjaannya.

Iphone, Tesla, novel Harry Potter, Microsoft, diciptakan oleh orang yang mencintai bidangnya.

Pekerjaan yang kamu kerjakan dengan senang hati akan menghasilkan produk berkualitas tinggi. Produk tersebut akan memancarkan energi dan manfaat yang menarik banyak orang.

Kamu tidak bisa menciptakan produk berkualitas tinggi tanpa mencintai pekerjaannya.

Satu-satunya cara untuk hebat dalam bekerja adalah dengan mencintai pekerjaannya.

Steve Jobs

3. Mudah Dikerjakan dan Nggak Gampang Nyerah

Hidup sudah susah, ngapain dipersusah dengan melakukan hal yang susah dikerjakan?.

Ada kutipan kalimat dari salah satu atlit terhebat sepanjang masa. Coba direnungkan:

Saya membenci setiap menit latihan tinju, tapi saya katakan, ‘Jangan nyerah! sengsara sekarang dan hiduplah sebagai juara nanti’.

Muhammad Ali

Sekarang bayangkan! Seseorang yang betul-betul tercipta ‘ninju orang’ aja sering bete dengan latihan tinju? Apalagi kamu yang tidak menyukai bidang yang kamu kerjakan?.

Kayak gimana tuh bencinya?

Kita semua punya ‘satu hal’ yang mudah kita lakukan, tapi sulit dilakukan rata-rata orang. Temukan itu dan kembangkan.

huebat.com
Muhammad Ali

4. Sebagai Jihad

Weeh. Kenapa bawa-bawa perang?

Jihad artinya bukan hanya perang yang menumpahkan darah orang lain. Dalam bahasa Arab, jihad bisa berarti ‘berjuang’, ‘bekerja keras’, ‘berusaha’, dll. Berjuang untuk menjadi lebih baik, berjuang untuk menghidupi keluarga, berjuang untuk membangun masyarakat, dll. Di jalan Tuhan.

Jadi berjihad tidak perlu membunuh orang dan/atau membuat kerusakan. Kita bisa berjihad dengan berjuang membangun dan berkontribusi pada masyarakat.

Dan untuk bisa membangun dan berkontribusi secara maksimal, kita HARUS mencintai apa yang kita kerjakan.

Jadi, dengan mencintai pekerjaan yang kita kerjakan sehari-hari, kita sudah berjihad.

5. Hidup Terlalu Singkat

Tuhan cuma kasih kita waktu sampai umur 60 tahun untuk produktif. Sayang banget tuh waktu dibuang untuk mengerjakan pekerjaan yang kamu tidak sukai.

Lebih baik mati saat mengerjakan passion, daripada mati saat bosan.

Vincent Van Gogh

6. Lebih Mudah Berkreasi dan Berinovasi

Seringkali kita menonton film, mendengar musik, melihat bangunan, dll. Dan kita berpikir ‘wow, orang yang buat nih kreatif banget, gimana ya dia bisa bikin kayak gini’. Ya bisa lah, dia berkreasi dan berinovasi seperti itu karena jiwanya sudah di situ. Dia mencintai pekerjaannya. Setiap hari bergumul dengan karyanya.

Dia terlahir untuk mengerjakan pekerjaannya.

Nih saya bilangin, kita manusia MINIMAL punya ‘satu hal’ yang membuat otak dan jiwa kita nempel dengan hal tersebut. Apakah itu bidang olahraga, musik, iptek, filosofi, atau bahkan empat-empatnya. Itu adalah tanda bahwa jiwa kamu di situ.

Nah, kreativitas dan inovasi akan selalu mengalir pada orang yang selalu menjiwai dan mencintai pekerjaannya. Karena Ia rela menggali dalam-dalam tentang pekerjaannya.

Jadi jangan heran kalau otak kamu ‘nggak sampe’ saat melihat kreasi orang lain. Seperti misalnya, Habibie dengan teori pesawat terbangnya, William Shakespeare dengan tulisan dan syair dramatisnya, atau Beethoven dengan mahakarya simfoninya. Mereka bisa mencapai tingkat tinggi tersebut karena mereka mencintai dan menjiwai pekerjaannya.

7. Baik Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Mencintai pekerjaan dapat memberikan energi positif pada lingkungan maupun diri sendiri. Itulah kenapa jangan dianggap remeh pekerjaan yang kamu kerjakan sekarang.

Belum lama ini, saya berhenti dari pekerjaan saya selama 2 tahun di bidang IT, bidang yang tidak saya sukai. Setiap hari di kantor, saya selalu memandang jam kapan saya bisa pulang. Setiap malam senin-jumat batin sekali, karena paginya harus bekerja.

Saya gampang jatuh sakit. Biasanya saya sakit berat hanya sekali dalam 1-2 tahun. Ini bisa 3-4 bulan sekali. Belum lagi serangan panik yang muncul setiap malam dalam setahun. Seperti merasakan neraka di bumi. Batin, mental, dan fisik saya tersiksa.

Kenapa hal ini bisa terjadi? karena Tuhan tidak menciptakan saya untuk bergumul melakukan pekerjaan yang tidak terlahir pada saya. Saya tidak mencintai pekerjaan IT. Tidak ada visi dan misi mengerjakan pekerjaan tersebut, selain duit.

Tekanan mental pada kerjaan berpengaruh pada seluruh tindakan kita sehari-hari. Contohnya, nafsu makan berkurang, pola dan kualitas tidur yang parah karena pikiran, mudah kecanduan hal buruk buat kesehatan. Sehingga fisik juga ikut-ikutan sakit.

Komplikasi-komplikasi seperti ini bisa muncul jika kamu bertahan lama mengerjakan pekerjaan yang kamu tidak sukai. Baik secara mental, maupun secara fisik.

8. Menjadi Master atau Expert

Dalam sejarah manusia, tidak ada seorang master yang betul-betul jago di bidangnya, yang tidak mencintai bidang tersebut.

Karena untuk menjadi seorang master dalam suatu bidang, seseorang harus mampu untuk kerja keras, belajar, menggali dalam-dalam, bereksperimen, gagal ribuan hingga jutaan kali.

Dan untuk bisa tahan banting seperti itu, kita harus mencintai bidang yang kita kerjakan.

Menjadi seorang master atau expert pada suatu bidang juga sangat keren. Kita semua menyukai dan menghormati orang-orang yang ahli dalam bidangnya.

9. Kamu Dihormati (Dapat Respek dari Orang Lain)

Respek sangat penting dalam hidup. Tak terkecuali di lingkungan pekerjaan.

Pengalaman saya di korporat, orang yang paling dihormati dan disegani di kantor adalah orang yang paling bagus dan ahli dalam pekerjaannya.

Kalau dia seorang sales, dia bakal dihormati jika dia bagus jualannya, alias achieve target penjualan produknya. Kalau dia seorang teknisi atau engineer, dia dihormati karena jago memberikan solusi teknikalnya. Kalau dia seorang manager, dia dihormati karena kemampuan dan kebijakannya memimpin anak buahnya.

Kamu tidak bakal hebat dalam pekerjaan kalau tidak kerja keras. Kamu juga tidak akan kerja keras kalau kamu tidak mencintai pekerjaan kamu. Sederhana.

Respek adalah untuk mereka yang pantas mendapatkannya, bukan untuk mereka yang memintanya.

anonim

Solusi dan Penutup

Dari 9 alasan di atas, jelas sekali hubungan antara pekerjaan dan aspek kehidupan lainnya. Itulah pentingnya kita melakukan pekerjaan yang kita cintai.

Kita TIDAK AKAN PERNAH mencapai potensi maksimal tanpa mencintai pekerjaan yang kita kerjakan.

Untuk kamu yang tidak tahu pekerjaan yang kamu cintai. Tugasmu adalah terus menerus mencari hingga nemu. Cara-cara untuk menemukannya adalah dengan lebih proaktif, banyak belajar, dan mencoba hal baru.

Kamu mungkin sedang bekerja atau kuliah di bidang yang kamu tidak jiwai. Jangan biarkan kerjaan dan kuliah tersebut menghentikanmu mencari tujuan dan passionmu. Kamu punya waktu kosong untuk mengejarnya.

Terpikir dengan buku-buku yang ingin kamu baca? olahraga yang ingin kamu rutin kerjakan? skill-skill yang ingin kamu kembangkan?. Inilah waktunya untuk merealisasikannya.

Cari terus passion itu. Tidak ada kata telat selama nafas masih berhembus.

Coba lihat histori youtube dan internet kamu sekarang, abaikan histori bokep dan histori jorok lainnya.

Apa yang kamu dapatkan? Topik apa yang sering kamu baca atau tonton?

Data-data ini adalah petunjuk di mana jiwa dan passion kita.

Sesaat kamu temukan passion tersebut, kerahkan semua waktu dan tenaga kamu untuk mengerjakannya.

Jika kamu tidak bisa cari tahu tujuan hidupmu, cari tahu passionmu. Passion tersebut akan mengantarkanmu pada tujuan hidupmu.

Bishop Jakes

“Jika harus tersesat, tersesatlah dengan cinta, maka kedamaian akan tercipta”

Aktsar Abdikar

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *