Pria Hebat PAHAM Kodrat DASAR Wanita!!

Perceraian, kekerasan rumah tangga, perselingkuhan, dll sebenarnya terjadi KARENA banyak laki-laki tidak paham tentang wanita.

Drama dan stres berlebihan dalam hubungan sebenarnya bisa dihindari jika laki-laki paham dengan kodrat wanita.

Pria hebat dan bijak tahu bagaimana menempatkan wanitanya atau pacarnya.

Coba analisis pria-pria hebat dalam sejarah manusia. Para pembangun peradaban, filsuf, pemimpin agama, raja-raja, dll.

Salah satu kesamaan mereka adalah kuatnya pemahaman mereka tentang kodrat wanita.

Dan bagaimana mereka memberi aturan dan menempatkan wanita pada tempatnya sehingga wanita bisa terlindungi dan menjalankan perannya secara konsisten.

Pria harus menentukan jalannya hubungan dan menetapkan aturan, bukan wanita. Karena dialah pemimpinnya.

huebat.com

1. Pria Hebat Tahu Bahwa Wanita Itu Seperti Anak Remaja

Yup. Wanita dewasa hampir tidak ada bedanya dengan anak kecil/remaja. Mentalitasnya mirip dengan bocah remaja.

Bahkan ada yang bilang wanita baru mulai dewasa di umur 45 tahun!!!

Kenapa? Karena di umur tersebut wanita sudah kehilangan kecantikannya. Sudah tidak dilirik laki-laki. Dan sudah mengalami menopos.

Dan di momen tersebut wanita mulai sadar bahwa dunia ini bukan cuman tentang kepentingan emosionalnya.

Pria bijak paham akan kodrat wanita ini.

Itulah kenapa pria hebat jaman dulu tidak seperti laki-laki jaman sekarang. Ikut-ikutan mendrama dan baper dalam berhubungan dengan wanita.

Pria hebat paham bahwa wanita itu anak kecil yang harus dituntun dan diarahkan.

2. Wanita ≠ Pria

Tidak butuh kecerdasan untuk paham bahwa laki-laki dan perempuan tidak setara. Anda cuman butuh otak yang waras.

Laki-laki dan wanita tidak setara dan tidak akan pernah setara.

Peradaban manusia jaman dulu lebih baik dari pada sekarang karena pria dan wanita fokus menjalankan perannya masing-masing.

Bukan saling bersaing.

3. Pria Hebat Tidak Berdebat Dengan Wanita

Pria hebat tidak berdebat dengan wanita.

Anda tidak bisa mendebati pola pikir wanita karena mereka emosional.

Simpan waktu dan energi anda dari berdebat dengan wanita.

4. Pria Hebat Paham Bahwa Kekuatan Wanita Adalah Merawat & Mengasuh

Bakat alami wanita adalah merawat dan mengasuh.

Itulah kenapa wanita dilebihkan sisi emosionalnya daripada laki-laki.

Karena sisi emosional ini dibutuhkan dalam pekerjaan merawat dan mengasuh. Makanya 99% perawat dan bidan di rumah sakit adalah perempuan.

5. Pria Bijak Tidak Mendengarkan Saran Wanita Tentang Bagaimana Menjadi Pria

Pria hebat tidak menjadikan omongan wanita sebagai standard atau acuan.

Wanita pada umumnya berkata sesuatu berdasarkan momen dan perasaannya saat itu. Itulah kenapa mereka tidak bisa menjadi pemimpin.

Perkataan wanita di hari senin sangat dipastikan berubah di hari selasa.

Jadi kalau anda ingin saran dan nasihat. Mintalah saran dan nasihat tersebut pada pria yang berpengalaman.

Anda ingin nasihat soal bagaimana menjadi pria yang menarik di mata wanita? Jangan tanya pada wanita. Mereka tidak tahu!

Tanya pria yang berpengalaman mendapatkan banyak wanita.

Jangan mengambil nasihat wanita tentang bagaimana menjadi pria.

huebat.com

6. Wanita Bisa Belajar Mencintai

Semua omongan tentang wanita harus cinta dulu baru bisa pacaran atau menikah. Itu omong kosong!

Justru pernikahan yang hanya didasari karena cinta-cintaan cenderung berakhir perceraian.

Wanita bisa belajar untuk mencintai.

Nenek-nenek kita di Indonesia, yang berumuran 70an ke atas, banyak menikah karena dijodohkan.

Tapi pernikahannya langgeng, anaknya banyak, dan hidupnya bahagia.

Tau-tau saya bisa cinta aja sama suami saya setelah nikah.

nenek-nenek jaman dulu

7. Wanita Hormat Pada Pria Yang Menafkahi Secara Penuh

Saya banyak temui laki-laki menginginkan pacarnya untuk ikut cari duit kalau nanti mereka menikah.

Kalau begitu kasusnya. Berarti mereka belum pantas dan belum mampu untuk menikah.

Pria hebat adalah pemberi nafkah satu-satunya. Artinya, pria yang membayar semua tagihan.

Biaya makan, kredit rumah, mobil, listrik, air, pakaian, hiburan dll. Semuanya harus pria yang tanggung.

Itulah arti menjadi pemimpin rumah tangga.

Wanita bisa aja berkata bahwa dia ikhlas membantu finansial keluarga dengan ikut bekerja. Tapi bawah sadar Ia tidak akan menghormati laki-laki yang tidak menafkahinya secara penuh.

Kodrat dan peran wanita bukan untuk mencari nafkah.

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *