Kekonyolan Kesetaraan Gender Bag. 2 – Iklan Ponds 2019

Baru-baru ini, muncul iklan pembersih wajah yang menayangkan seorang gadis yang ingin menjadi petinju. Cita-cita yang tak pernah diungkapkan ke Ibunya. Karena takutnya dilarang.

Singkat cerita menurut iklan ini, nih gadis pulang kerumah dengan sedikit bonyok di wajahnya, akibat latihan tinju. Dan pembersih muka ponds juga nggak bisa ngilangin bonyoknya. Akhirnya, ia memutuskan untuk ‘jujur’ ke Ibunya.

Saat ibunya bertanya soal muka anak gadisnya yang sedikit bonyok, langsunglah nih gadis bilang “aku lagi latihan jadi petinju mah!”

Ternyata eh ternyata, Ibunya mendukung cita-citanya. Lalu mereka berpelukan dan tamatlah iklannya di situ.

https://www.youtube.com/watch?v=HjPXi5306Q8

Coba kita analisis pesan tersirat dan tersembunyi dari iklan ini:

1. Kemana Ayahnya?

Kenapa iklan ini hanya menayangkan gadis yang meminta ijin bertinju ke Ibunya? Mana adegan dia minta ijin pada Ayahnya?

Apakah Ayahnya sudah meninggal? atau Ibunya ditinggal cerai?

Kenapa hanya ada Ibunya? dan kalaupun Ibunya mengijinkan, apakah bisa lolos begitu saja tanpa restu dari Ayahnya?

Kelihatan bahwa iklan ini secara tersirat memberikan pesan bahwa seorang Ibu merupakan pemimpin dalam rumah tangga. Dan ijin Ayah tidak penting untuk anak gadisnya.

Dan anak ini seharusnya beragama Islam karena memakai hijab kan?

Apakah ajaran Islam memberikan kuasa penuh pada seorang Ibu terhadap anaknya?

2. Anak Perempuan Adalah Milik Ayahnya

Menyambung poin pertama.

Anak perempuan adalah milik Ayahnya. Dan kepada Ayahnya lah seharusnya anak perempuan ini meminta ijin terlebih dahulu.

Dan konsep kepemilikan ini diajarkan secara simbolis oleh Islam maupun Kristen.

Di Islam, gadis harus ditemani dan diwakilkan. Apalagi jika ingin menikah.

Dalam Islam disebut wali (penjaga), dan wajib merupakan seorang laki-laki.

Juga, wali paling utama dari seorang gadis adalah Ayahnya. Jadi siapapun laki-laki yang ingin menikahi seorang gadis tersebut, sebaiknya minta ijin dan restu dari Ayah gadis tersebut. Itu menurut Islam.

Di Kristen juga sama, dalam upacara pernikahan, si gadis akan dituntun dan diantar oleh Ayahnya menuju suaminya. Ini simbol yang menunjukkan perpindahan kepemilikan gadis dari Ayahnya ke suaminya.

Maka pada umumnya, gadis yang tadinya memakai nama belakang Ayahnya. Kalau sudah nikah, nama belakangnya akan berubah menjadi nama belakang suaminya.

Wanita tidak punya belakang. Wanita hanya numpang nama belakang Ayahnya atau suaminya. Merujuk pada pemiliknya.

Jadi seorang gadis seharusnya meminta ijin kepada pemiliknya. Siapa pemiliknya?

Ayahnya jika gadis tersebut belum menikah atau suaminya jika sudah menikah.

3. Wanita Tidak Diciptakan Untuk Menjadi Petarung/Petinju

Wajah wanita tidak diciptakan untuk dihajar atau ditinju.

Ingat petinju kelas berat terhebat sepanjang masa, Muhammad Ali?

Mungkin atlit paling terkenal sepanjang masa. Dan sering dibilang atlit terhebat sepanjang masa oleh media-media olahraga Amerika.

Nah, si Ali punya anak perempuan bernama Laila Ali.

Suatu ketika, Laila Ali mengatakan pada Ayahnya Muhammad Ali yang sudah menderita penyakit Parkinson.

“saya ingin jadi petinju pah!”

Mendengar ini, Muhammad Ali langsung geram dan tidak merestui si Laila untuk bertinju. Habis-habisan!

Karena Muhammad Ali paham betul kodrat wanita. Ia paham kalau wajah wanita bukan untuk dihajar dan dipukul.

Dan keinginan anaknya untuk menjadi petinju akan mempermalukan image Muhammad Ali. Karena sepanjang karirnya, Muhammad Ali selalu berkata kepada wartawan dan semua orang bahwa anaknya akan fokus belajar dan sekolah, tidak untuk menjadi petinju.

Saya akan sekolahkan anak saya tinggi-tinggi. Ia akan menjadi orang yang intelek dan bijak.

Tidak akan saya biarkan Ia bertinju.

Muhammad Ali

Yang dimaksud Muhammad Ali di atas adalah anak laki-lakinya. Dan pastinya, dia bakal lebih melarang lagi anak perempuannya untuk bertinju.

Tapi karena tinggal di Amerika yang merupakan negara tak berbudaya, di mana hukum membolehkan dan mendukung wanita untuk melakukan apapun yang mereka mau.

Ditambah, Muhammad Ali juga sudah sakit-sakitan karena Parkinson. Ia tak berdaya menghentikan anak gadisnya dari bertinju.

Laila Ali terpaksa dilepaskan dan dibiarkan Muhammad Ali menjadi pembangkang. Ini adalah salah satu kisah tragis dari Muhammad Ali yang banyak orang tidak tahu.

Laila Ali tumbuh menjadi wanita liberal feminis. Setiap dia diwawancarai dan ditanya soal Ayahnya. Ia selalu menceritakan tentang bangganya dia membangkang pada Ayahnya.

Dan bangganya Ia bisa membuktikan kepada Ayahnya yang sudah tak berdaya, bahwa Ia bisa menjadi juara tinju.

4. Bonus: Pendapat Muhammad Ali Tentang Kesetaraan Gender

Nah sekarang kita denger aja langsung dari si master tinju. Apa pendapatnya tentang kesetaraan gender. Loncat ke menit 2:57!

Pendapat Muhammad Ali tentang Kesetaraan Gender, loncat ke 2:54

Jurnalis: Apakah anda setuju dengan kesetaraan gender?

Muhammad Ali: wanita setara dengan pria?

Jurnalis: ya

Muhammad Ali: (menggeleng kepala) itu melawan kodrat. Wanita selalu mengikuti melihat pria sebagai pemimpinnya.

Muhammad Ali: Kalau misalnya ada kebakaran di ruangan audiens ini (Ali menunjuk pada ruangan audiens di mana Ia diwawancarai), dan tidak ada jalan keluar, wanita kodratnya bakal langsung minta tolong deluan kepada pria sebelum pria minta tolong pada wanita.

Muhammad Ali: lalu wanita juga nggak suka jalan bareng dengan pria yang lebih pendek darinya, wanita kodratnya selalu melihat pria sebagai pemimpinnya baik secara fisik maupun mental.

Itulah pendapat si Muhammad Ali. Terungkap bahwa tingkat pemahaman pria jaman dulu jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki sekarang. Apalagi soal wanita.

Juga menunjukkan betapa lemah mentalitas kebanyakan laki-laki jaman sekarang. Sehingga konsep kesetaraan gender yang secara dasar sudah jelas konyolnya mereka setujui.

Peace.

7 Replies to “Kekonyolan Kesetaraan Gender Bag. 2 – Iklan Ponds 2019”

  1. Saya rasa anda terlalu berlebihan menilai iklan ini. Bukannya saya tidak setuju dengan pendapat anda mengenai kesetaraan gender. Tapi saya rasa wajar bahwa beberapa anak adalah anak yatim yg masih bertahan hidup dengan ibunya sendiri. Secara psikologis bukan tidak mungkin anak2 ini lebih maskulin karena ingin melindungi ibunya. Namun jangan disangka anak yg masih memiliki ayah dan ibu tidak mungkin memiliki cita-cita menjadi petinju.

    Intinya, biasa aja. Ntah wanita itu menjadi seorang insinyur, pekerja kasar, petinju, buruh angkat batu, itu pilihan mereka, ada yg karena ingin, ada yg karena terpaksa.
    That’s life, bro.

    Masalah anak-anak yg belum paham soal gender, ada baiknya kita sama2 belajar tentang ini. Karena menurut saya, persepsi gender tidak sedangkal terpengaruh lingkungan. Ada peran genetik yg bisa lebih dominan.

    So don’t judge a good advertisement like this. I like this very much.

    1. 1. Iklan tersebut tidak menayangkan anak hijab tersebut sebagai anak yatim
      2. Perempuan pada umumnya tidak pernah tahu apa yang dia mau, mereka harus dipimpin ayahnya untuk melakukan keputusan.
      3. Tujuan perempuan diciptakan di dunia ini adalah menjadi istri dan ibu yang baik. Sebelum dia fokus pada tujuan tersebut, semua cita-citanya yang lain menjadi tidak relevan untuk masyarakat.
      4. Mohon gunakan data empiris dalam berargumen, bukan data dari perasaan emosional anda.

      Terima kasih sudah membaca.

  2. 1. Iklan tersebut juga tidak menayangkan kalau orang tuanya masih lengkap (asumsi anda: ayahnya ada). Padahal kalau berdasarkan fakta: iklan hanya menayangkan ibu.

    2.Data empiris dalam beragumen? Yang anda sebutkan di atas hampir semuanya opini. Dalam sejarah ada juga tokoh wanita yang bisa memimpin sebaik laki2 (contoh: margareth thatcher, joan of arc, elizabeth 1, maria therese, catherine the great, etc etc). Dan ada juga laki2 yang tidak bisa memimpin (contoh: caligula, hitler, nero, etc etc).

    3. Saya setuju peran ayah sangat besar dalam membimbing anak2nya agar dapat berpikir dan bisa mengambil keputusan. Tetapi bukan berarti wanita tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena wanita juga sama2 diberikan otak oleh Tuhan dan juga diciptakan menurut gambar/rupaNya sama seperti laki2.

    4. Peran wanita sebagai istri dan ibu memang benar. Sama halnya juga dengan peran pria sebagai ayah dan suami. Percuma sukses diluar seperti apa kalau toh d rumah ga sukses membimbing keluarga (berlaku untuk pria dan wanita). Kalau anda bilang peran lain di masyarakat jadi tidak relevan. Ada loh beberapa wanita yang single dan hasil karyanya ikut anda nikmati (Marie curie: penemu radium dan mesin xray setelah suami meninggal muda, dia tidak menikah lagi, mother teresa banyak berkarya dan membantu sesama).

    1. 1. Blog ini membahas propaganda feminisme tersirat, anda kehilangan poin pentingnya.
      2. Opini bisa disertai dengan data-data empiris. Anda tidak mampu melihat data-data empiris di tulisan ini karena anda sangat emosional.
      3. Tuhan tidak menciptakan wanita sebagai pengambil keputusan. Kalau anda sakit hati mendengar kebenaran tersebut dan tidak bisa menerimanya, berarti blog ini bukan buat anda.
      4. Anda menulis poin tersebut karena anda ingin menjadi laki-laki dan berkompetisi dengan laki-laki.
      5. Wanita diciptakan untuk melengkapi dan membahagiakan laki-laki. Bukan berkompetisi.

      Blog ini adalah blog kebenaran, saya berkutat dengan realita di dunia nyata.

      Blog ini bukan tulisan dongeng atau fiksi cinta yang ditulis untuk menyenangkan khayalan dan emosional wanita.

      Terima kasih sudah membaca.

  3. Lucu wae cewek mau jadi petinju… Terimakasih admin telah membikin artikel mengenail iklan paling bodoh ini, yup itu hak masing masing…. Silahkan..
    Mau jadi petinju, mau jadi pegulat, atau mau jadi militer apapun itu…. Dan ingat… Otot, otak, ketahanan tubuh, udah jauh berbeda fungsi… Laki laki dan perempuan, klw kajian agama udah jauh sekali ini kesalahan iklan….
    Penyesalan terjadi pada akhir hidup perempuan tersebut…. Pling yg kontra bocah labil yg ngelawan kodrat/orang tua.. hahaha….

    1. “Paling yg kontra bocah labil yg ngelawan kodrat/orang tua”

      Saya akan menyalahkan ayahnya jika ini terjadi. Dialah seorang raja dan pemimpin di rumah. Jika anaknya bisa semena-mena melawan dan membantah dia, berarti dia tidak dihormati oleh anaknya, jika dia tidak dihormati, berarti dia tidak bisa menjadi raja di rumah.

      Wanita adalah makhluk pembuat onar alami. Mereka paling jago membuat kekacauan yang seharusnya tak perlu ada lalu mereka bertingkah seakan-akan keonaran tersebut tidak terjadi. Itulah sifat alam mereka. Tapi sifat tersebut tidak jadi masalah jika mereka dipimpin dan dituntun oleh pria bermental pemimpin yang mengerti kodrat wanita.

      Terima kasih sudah membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *