1 Prinsip Ekstrim Elon Musk Dalam Bisnis, Orang Indonesia Wajib Tahu!

Banyak orang Indonesia akan malas tingkat dewa untuk menerapkan satu prinsip ekstrim yang dijalankan Elon Musk dalam berbisnis.

Nggak ada orang yang lebih ambisius dari Elon Musk soal berbisnis. Karena bisnisnya dimotivasi bukan karena hanya uang, dia juga termotivasi untuk hidup di Mars.

Motivasinya mengkolonisasi Mars melebihi motivasinya untuk meraih keuntungan dari bisnis.

Itulah kenapa dia mendirikan perusahaan roketnya yang bernama SpaceX. Dengan visi mengkolonisasi planet Mars.

Jika visi ini berhasil. Perkiraan tahun 2030 kita sudah bisa melihat manusia menjalankan aktivitas sehari-hari di Mars lewat berita TV.

Asumsi kita masih hidup.

Koloni Mars 2030

Tetapi begini, saya belum tertarik dengan roket dan ambisi si Elon Musk.

Saya tertarik dengan prinsip bisnisnya menjalankan perusahaan roket SpaceX.

Prinsip yang membuat SpaceX, dalam jangka waktu relatif singkat, sudah bisa bersaing dengan perusahaan angkasa raksasa seperti Boeing dan Airbus.

Dan besar kemungkinan SpaceX yang mendominasi pasar angkasa di masa depan.

Jadi apa satu metode atau prinsip bisnis si Elon Musk?

Prinsip yang sangat sangat wajib wajib orang Indonesia tiru. Prinsip yang sulit diterapkan tetapi hasilnya akan menakjubkan jika diterapkan.

Ini dia:

Roket-roket SpaceX hampir 85% keseluruhan rakitannya, dibuat dengan tangan-tangan karyawannya sendiri.

Yup. SpaceX memanufaktur hingga 85% seluruh komponen-komponen roketnya sendiri dari nol. Alias, mereka hampir tidak bergantung pada supplier.

Contohnya nih:

Misal SpaceX ingin membeli perangkat radio dari supplier lain, mereka harus keluar biaya sebesar 500 juta rupiah per radio.

Tapi karena mereka merakit sendiri, mereka hanya mengeluarkan 50 juta rupiah!!

Dengan kata lain, SpaceX hemat 450 juta rupiah!

Bayangkan, 450 juta bisa terbuang percuma jika beli radio dari supplier!

Dan prinsip ini juga diterapkan di perusahaan mobil listrik Tesla.

Ibaratnya kalau anda buka usaha pecel, anda tidak beli ayam-ayamnya di pasar. Anda lah yang menternak dan memotong ayam itu sendiri.

Bergantung Pada Supplier Adalah Kelemahan

SpaceX selalu berusaha untuk memanufaktur seluruh komponen roketnya. Mereka melakukan hal tersebut agar tidak bergantung pada perusahaan atau supplier lain. Apalagi supplier asing.

Roket SpaceX – Falcon 9

Kebiasaan membeli dan bergantung pada supplier adalah kelemahan menurut mereka. Sehingga mereka mau tidak mau harus kerja keras dan kerja pintar dalam menciptakan produknya sendiri.

SpaceX Menentang Aturan Umum

SpaceX tidak takut dengan aturan umum dan berani melewati tantangan besar.

Banyak orang mungkin berpikir metode SpaceX ini gila dan berlebihan. Tapi bekerja!

Banyak supplier-supplier sudah puluhan tahun membuat perangkat-perangkat untuk roket seperti elektronik, panel-panel, sensor, dll. SpaceX malah menciptakan dan memanufaktur perangkat-perangkat tersebut sendiri dari nol.

Bayangkan error yang bisa terjadi? bayangkan waktu yang terbuang untuk memanufaktur semua dari nol?

Selain menciptakan dan memanufaktur sendiri mesin, badan, dan kapsul roketnya. Talenta-talenta SpaceX juga merancang sendiri motherboards, sensor, perangkat komputer, dan panel-panelnya.

Elon Musk (CEO SpaceX) dan Hans Koenigsmann (Wakil Presiden SpaceX)

Dengan prinsip seperti ini, mereka bisa jadi menyapu bersih kompetitornya seperti Boeing, Airbus, dan perusahaan-perusahaan Eropa yang memasang harga selangit untuk peluncuran teknologi angkasa.

Perusahaan-perusahaan tersebut sangat bergantung pada supplier. Makanya harga produk-produk mereka menjulang tinggi.

SpaceX bisa menjadi perusahaan penyedia jasa peluncuran satelit yang murah untuk negara yang tidak pernah mampu meluncurkan satelit.

Bagaimana Kita Meniru Prinsip Ini?

Orang Indonesia terlalu sibuk menjual produk luar di negeri sendiri. Itulah yang membuat kita sulit untuk bersaing dengan produk lain.

Teknologi dan kemudahan yang kita peroleh secara instan punya efek samping. Yaitu pengorbanan ekonomi dalam negeri.

Dan tidak tau, apa lagi yang akan dikorbankan Indonesia di masa depan. Karena ini baru permulaan.

Apa yang harus kita lakukan dari sekarang?

1. Mulai Kerja Cerdas

Sekarang zamannya kerja cerdas digabungkan dengan kerja keras. Kita harus mulai menginvestasikan waktu dan uang di bidang yang ingin kita kuasai.

Ini saatnya kita banyak investasi membaca buku dan mempelajari bidang yang sedang kita geluti.

Elon Musk saat kecil membaca 1 buku dalam 1 hari. Kebanyakan kita orang Indonesia membaca satu buku dalam satu tahun. Itupun nggak khatam.

2. Mulai Menanamkan Mental Bersaing Dengan Amerika dan Eropa

Orang Indonesia harus mulai menanamkan mental untuk bersaing dengan orang barat, bukan dengan orang dalam negeri.

huebat.com

Orang barat tidak lebih hebat dari orang Indonesia. Mereka hanya memulai lebih dahulu.

Mereka juga punya sumber atau resource pengetahuan yang jauh lebih banyak yang sudah diterapkan beratus-ratus tahun.

Tapi di era informasi digital ini, apapun informasi yang kita butuhkan bisa kita dapatkan lewat jari kita.

Semua orang di dunia berlomba-lomba berbagi informasi secara gratisan. Jadi kita harus manfaatkan dan investasikan waktu kita secara efektif dan produktif.

Selama kita bermalas-malasan untuk hanya bersaing dalam negeri, kita akan sulit sekali memajukan ekonomi Indonesia.

Kalau mau menciptakan industri mobil misalnya, jangan pasang mental bahwa kita harus bersaing dengan mobil lokal seperti Kijang. Kita harus memasang mental untuk bersaing dengan BMW dan Mercedes.

Itulah cara paling efektif untuk bisa memajukan ekonomi Indonesia.

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *