7 Alasan Kenapa Laki-laki Jakarta Jangan Menikah di Umur 20an

Jangan menikah sampai kamu sudah mencapai tujuan yang kamu inginkan. Baik secara mental dan finansial.

Banyak laki-laki umur 20an sudah berencana nikah. Hanya karena datang ke kondangan dan melihat ‘kesenangan’ dua mempelai di acara tersebut.

Atau karena tekanan sosial di mana teman-teman sebaya sudah menikah. Terus tiba-tiba ngebet untuk nikah.

Dan tidak ada yang salah dengan pernikahan di usia 20an.

Hanya saja kita perlu melakukan pertimbangan lebih bijak lagi dalam persoalan pernikahan ini.

Jaman sudah berubah dan tidak seperti dulu lagi.

Wanita jaman sekarang sudah banyak ingin menjadi laki-laki. Banyak mereka sudah tercuci otaknya untuk berpikir bahwa istri dan ibu yang baik adalah pekerjaan yang rendah.

Banyak mereka sudah nggak bergairah untuk menjalankan tujuan hidupnya, yaitu menjadi istri dan ibu yang baik.

Jadi ini waktunya kita para laki-laki untuk membayangkan dan berpikir kembali dalam melakukan keputusan besar. Terutama keputusan untuk pernikahan.

Dan semakin dewasa. Semakin pahamlah kita bahwa keputusan terpenting selalu dimulai dari diri sendiri.

Coba kita lihat:

1. Kamu Belum Tahu Siapa Dirimu

Pernah kamu melihat diri di cermin dan bertanya:

Apa sih tujuan saya diciptakan di bumi?”

Dan yang lebih penting, apakah kamu bisa menjawabnya?

“Kenapa saya ngambil jurusan arsitektur? apakah saya diciptakan di bumi untuk merancang rumah dan gedung? apakah batin saya merasa bahagia menjalani kegiatan kuliah ini?”. Jika kamu sedang kuliah misalnya.

“Kenapa saya kerja di bagian keuangan? apakah saya diciptakan di bumi untuk menghitung cash flow dan perpajakan di sebuah firma? apakah saya mencintai pekerjaan ini? “. Jika kamu sedang bekerja di korporat misalnya.

Jujur aja. Kebanyakan kita manusia kalah dengan kambing yang sudah tau dan menjalankan tujuan dan fungsi hidup mereka di bumi.

Kalau kita saja belum tau apa tujuan hidup kita dan bagaimana cara mengetahui tujuan hidup kita. Wisdom apa yang kamu bisa ajarin ke anak kamu soal hidup nanti?.

Ayah yang hebat adalah ayah yang bisa membuat anaknya teringat dengan kata-katanya di kala mereka menemui kesulitan hidup.

2. Keuangan Kamu Parah!

Uang berbicara! ok!

Apapun pendirian dan konsep hidup kamu. Jika pendirian dan konsep tersebut tidak sejalan dengan ekonomi yang baik. Hidup kamu akan sulit. Jika kamu berkeluarga, bakal sangat-sangat sulit.

Cewek yang kamu pacari sekarang sekalipun. Jika ada laki-laki yang lebih kaya dan mapan dari kamu nyamperin dia.

kamu mungkin ditinggalin bung!

Sibuk ngejar cewek, duit bakal habis. Sibuk ngejar duit, cewek ga bakal habis.

huebat.com

3. Kamu Belum Bisa Hidup Sendiri Dengan Nyaman

Apakah kamu bisa hidup dalam kesendirian sebelum memulai pernikahan?

Bisa nggak kamu tahan dan nyaman hidup sendiri layaknya seekor harimau?

Yup, kita laki-laki adalah makhluk sosial. Kita butuh keberadaan orang lain untuk menjalani hidup. Tetapi apakah memang lu harus ditemani orang yang spesial untuk tinggal di kos/apartemen, travelling, dan melakukan hobi lu?.

Seorang pria tangguh tidak pernah bergantung pada orang lain bung. Mereka butuh orang lain, tetapi mereka tetap bergantung pada diri sendiri.

Dan justru di waktu sendirilah seorang laki-laki bakal banyak belajar tentang dirinya. Di waktu sendiri ini lah, kita bakal mempelajari apa yang kita mau dari hidup. Juga wanita seperti apa yang ingin kita nikahi, dll.

4. Kamu Nggak Mengerti Watak Alami Wanita

Banyak sekali tekanan dan stres yang dialami laki-laki hanya dikarenakan seorang wanita. Padahal tekanan dan stres ini sebenarnya nggak perlu terjadi. Jika kita mengerti watak asli seorang wanita.

Kebodohan ini bisa dikarenakan kurangnya pengalaman. Bisa juga karena ketiadaan sosok ayah yang hebat yang bisa mengajarkan kamu tentang wanita.

Wanita adalah makhluk emosional yang pemikirannya lebih sederhana dari yang kamu bayangkan.

Dan saya nggak bermaksud untuk memandang rendah wanita. Karena wanita adalah makhluk indah nan cantik yang peran dan kekuatannya tidak tergantikan dalam hidup.

Kekuatan hebat wanita ada di kekuatan emosional dalam merawat dan mengasuh. Dan mereka tidak terbentuk dan tercipta untuk menjadi pemimpin.

Masalahnya adalah banyak laki-laki memperlakukan wanita sebagai makhluk logis. Yang sejajar atau bahkan lebih tinggi dari kaum laki-laki.

Dan favorit saya:

Wanita lebih cepat dewasa dari laki-laki.

Dari mana konsep ini datang?

Yaa dari cowok-cowok penjilat bokong wanita. Cowok-cowok yang tidak memiliki sosok ayah yang kuat dalam hidupnya. Cowok lemah yang tidak punya kemampuan untuk memimpin wanitanya. Dari merekalah kata-kata tersebut terlontarkan.

Tetapi apakah ada wanita yang punya pemikiran logis dan mentalitas yang dewasa seperti pria? adakah wanita yang bisa menjadi pemimpin?

Jawabannya ada, tapi itu perkecualian. Sedikit sekali wanita berjiwa pemimpin. Sehingga kamu nggak bisa mengambil resiko untuk mengeneralisir semuanya.

Wanita pada umumnya adalah manusia dewasa bermental remaja. Mereka tercipta sebagai pengikut seorang pria. Mereka tidak diciptakan untuk menjadi pemimpin, pendiri, pekerja, atau pembangun. Mereka tidak diciptakan untuk bersaing dengan pria.

Peran-peran tersebut justru menentang kodrat mereka dan akan pada akhirnya menghancurkan peradaban.

Wanita diciptakan untuk menjadi ibu dan istri yang baik. Peran dan tujuan hidup ini bukan hanya membuat mereka bahagia. Tetapi juga akan memberikan sumbangsih besar untuk peradaban dan budaya Indonesia yang lebih maju, terjaga, dan stabil.

5. Kamu Belum Bisa Membedakan Mana Istri Sejati dan Mana Selir

Istri dan selir itu berbeda bung. Cara membedakan keduanya pun bukanlah hal yang sulit-sulit banget. Jangan sampai kita ingin seorang istri, tetapi yang kita nikahi adalah selir.

Selir (concubine) di jaman sekarang adalah cewek mainan. Ciri-ciri utama mereka adalah mudahnya mereka bosan dan benci dengan hal yang monoton.

Biasanya selir-selir punya mental jablay. Mereka bisa gonta-ganti pacar seperti gonta-ganti celana dalam.

Padalah, semakin banyak pria yang meninggalkan bekas di tubuh wanita. Semakin berkuranglah nilai dirinya sebagai wanita.

Dan sekarang berbeda bung. Wanita-wanita bermental selir di jaman sekarang sudah bangga menyebutkan seluruh laki-laki yang meninggalkan bekas di tubuhnya.

Selir juga senang berpakaian tidak hormat di tempat umum. ‘hotpants’ dan ‘daster’ adalah pakaian favoritnya.

Mereka menilai harga diri mereka dari sisi seksualitas alias cara berpakaian mereka yang memancing hawa nafsu laki-laki.

Begitulah seorang selir. Dan banyak sekali wanita jaman sekarang adalah selir. Mungkin dikarenakan ketiadaannya sosok ayah kuat dalam hidup mereka yang bisa mengajarkan dan menjaga mereka dari pengaruh buruk.

Jadi hati-hati. Jangan sampai kamu jatuh hati dengan seorang selir. Dan kamu menikahi dia/mereka.

Di lain sisi. Seorang istri (wife material) adalah seorang wanita yang akan:

  • Paham dan menghormati kelaki-lakian alias mereka menghormati dan patuh pada konsep bahwa laki-laki lah pemimpin dalam rumah tangga.
  • Tahan dengan hal-hal monoton. Seperti menjaga anak dan menjaga rumah.
  • Berpakaian dengan hormat alias tertutup. Dan pakaian tertutup.
  • Menilai bahwa tubuh mereka adalah emas atau berlian, sehingga mereka menyembunyikannya atau menutupnya hanya untuk pria/suaminya.

Inilah wanita yang pantas untuk dinikahi.

6. Kamu Nggak Siap Menjadi Ayah

Ayah adalah pekerjaan full time bung. Kalau kamu harus bersusah payah bekerja pagi siang malam untuk mencari makanan buat kamu, istri, dan anak kamu. Sampai-sampai sedikit waktu tersisa untuk membimbing dan memperhatikan anak kamu. Kamu belum siap untuk menjadi ayah.

Karena di waktu full time inilah seharusnya kamu menuntun dan membimbing anak kamu. Di waktu tersebut kamu akan membangun hubungan kuat dengan anak kamu. Di situlah akan tercipta kesan idola dari anak kamu kepada dirimu.

Sebagai seorang ayah. Kamu juga bertanggung jawab untuk menuntun dia menemukan bakat, tujuan hidup, dan kehebatannya. Kamu bertanggung jawab untuk menjadi motivator buat dia di kala dia terjatuh.

Jangan sampai seorang penyanyi barat atau atlit sepakbola yang menjadi motivator, panutan dan idolanya bung.

7. Kamu Berpikir Bahwa Istri Kamu Nanti Juga Harus Bekerja

Keberadaan istri di rumah sangatlah penting dan tak tergantikan. Yaitu menjaga dan merawat anak dan harta. Dan juga melayani suaminya.

Orang-orang dungulah yang menganggap pekerjaan ini remeh dan tak bermartabat. Tidak ada laki-laki yang bisa mengerjakan pekerjaan mulia ini.

Itu adalah peran dan pekerjaan yang luar biasa penting dalam peradaban manusia. Yang hanya bisa dilakukan oleh wanita.

Dan kalau dipikir juga. Di satu sisi kita ingin seorang istri patuh kepada kita sebagai pemimpin. Adalah nggak logis jika kita juga menginginkan istri kita untuk ikut bekerja mencari nafkah.

Kalau kamu biarkan istri kamu bekerja untuk mencari nafkah. Lama kelamaan, dia nggak akan hormat dengan kamu sebagai suaminya.

Lagian, apakah pantas seorang suami disebut sebagai seorang pemimpin jika dia tidak bisa menghidupi pengikutnya (istri dan anak) sendiri?

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *