3 Ungkapan dan Filosofi Hebat Michael Jordan

Michael Jordan adalah atlit dan pemain basket terhebat sepanjang masa. Sekarang sudah jadi pengusaha dengan kekayaan belasan triliun rupiah. Membuat dirinya menjadi atlit pensiunan terkaya, bahkan lebih kaya dari atlit terkaya yang belum pensiun.

Saya ingat sekali dahulu kala mendengar teman-teman berbicara tentang Michael Jordan. Saya kira Jordan adalah pria tinggi berkulit putih dan berambut gondrong. Ternyata hanya tingginya yang benar.

Michael Jordan adalah atlit tersukses dalam sejarah olahraga. Tidak ada satupun atlit di dunia yang mendekati kesuksesannya. Ia mungkin satu-satunya atlit yang sangat sukses baik di saat Ia berkompetisi dan setelah pensiun.

Menang 6 juara NBA, semuanya Ia sabet sepaket dengan gelar Final MVP. Jadi ada 6 Final MVP yang Ia peroleh. Satu-satunya pemain NBA yang memiliki prestasi ini.

Saking hebatnya Michael Jordan di bidang basket. Tercipatalah suatu kalimat metafora untuk menggambarkan dan mendefinisikan seseorang yang benar-benar hebat di bidangnya. Mereka menyebutnya Michael Jordan of.

Misalnya ada orang jago banget di bidang matematika, disebut:

Michael Jordan of mathematics.

Orang jago banget di bidang catur

Michael Jordan of chess.

Orang jago banget di bidang topeng monyet, disebut:

Michael Jordan of monkey mask.

dst.

Lanjut ke cerita Jordan. Sekarang si pemeran film space jam ini memiliki lini bisnis seperti royalty dari produk sepatu dan merchandise Air Jordan. Ia juga merupakan pemilik salah satu klub NBA, Charlotte Hornets. Dan beberapa endorsement beberapa perusahaan.

Semua lini bisnisnya ini membuat Ia menjadi bilyuner dengan kekayaan hampir 2 milyar dollar (kira-kira 25 trilliun rupiah) per tahun 2019. Kekayaan ini menjadikan Jordan sebagai atlit pensiun terkaya di dunia. Dan tetap lebih kaya meskipun dibandingkan dengan atlit terkaya yang masih aktif.

ungkapan michael jordan
Michael Jordan sekarang di umur 50an

Jadi tanpa banyak cincong, mari kita lihat tiga kutipan huebatnya.

1. Tentang Sukses

“To be successful, you have to be selfish, or else you never achieve. And once you get to your highest level, then you have to be unselfish. Stay reachable. Stay in touch. Don’t isolate.”

Michael Jordan

Agar sukses, kau harus egois, jika tidak egois, tidak akan sukses. Dan ketika kau sudah berada di tingkat paling tinggi, hilangkan egois mu. Terbukalah dan jaga hubungan dengan orang. Jangan menyendiri.

Di sini Jordan mengatakan, agar sukses orang harus egois, apa yang dimaksud si Jordan ini?

Saya jelaskan. Kita tau, watak orang-orang pada umumnya. Di mana banyak dari mereka hanyalah teman baik di saat sukses setelah mencapai hasil jerih payah.

Tetapi di saat masih berjuang melalui berbagai proses dan kesulitan. Di saat masih bergumul dan banting tulang. Banyak orang tidak ingin menemani, batang hidungnya pun tidak kelihatan. Beberapa orang juga hanya bisa mengkritik tajam.

Michael Jordan paham betul watak orang-orang pada umumnya ini. Itulah kenapa dia fokus pada dirinya sendiri. Ia fokus pada pemikirannya sendiri, pada karirnya sendiri, pada tujuannya sendiri dan tidak peduli pada pendapat orang lain. Ia juga mengisolasi dirinya dari orang-orang yang tidak penting di saat sedang fokus di proses untuk menggapai tujuannya.

Berkat fokus ini, Michael Jordan dapat lebih cepat menggapai tujuannya.

Itulah yang Michael Jordan maksud dengan egois.

ungkapan michael jordan
Michael Jordan berbicara di depan reporter

2. Tentang Situasi Negatif

Always turn a negative situation into a positive situation

Michael Jordan

“Selalu ubah situasi negatif menjadi positif”

Maksudnya adalah selalu ambil hikmah dibalik hal negatif yang terjadi. Berpikir hal positif apa yang bisa diambil dari hal negatif yang sudah terjadi.

Semua orang mengalami masa-masa negatif di sepanjang hidupnya. Michael Jordan pun tidak beda. Tetapi untungnya Jordan selalu ingat perkataan ayahnya tentang bagaimana mengambil hikmah dari masa-masa negatif tersebut.

Contohnya seperti kekalahan dalam pertandingan. Michael Jordan, walaupun dengan sifat kompetitifnya yang luar biasa tinggi, tidak memandang kekalahan sebagai hal negatif semata.

Ia berpikir bagaimana kekalahan-kekalahannya digunakan untuk menjadi bahan introspeksi dan bahan motivasi untuk meningkatkan permainannya menjadi lebih baik lagi agar menang di pertandingan selanjutnya.

3. Tentang Role Model

My Heroes are and were my parents. I can’t see having anyone else as my heroes.

Michael Jordan

“Pahlawan saya adalah orang tua saya. Saya tidak bisa membayangkan orang lain menjadi pahlawan saya.”

Michael Jordan mencintai ayah dan ibunya. Ia mengatakan bahwa ayahnya adalah idola dan panutannya.

Ayahnya adalah sumber motivasi dan arahan ketika si Jordan berada di titik terendah.

Nah. Kalau kita perhatikan, orang-orang dulu banyak menjadikan ayahnya sebagai idola, dan ibu sebagai orang yang dicintai dan disayangi.

Sekarang terbalik. Kebanyakan anak-anak milenial menjadikan atlit dan penyanyi sebagai sumber motivasi mereka. Dan orang tuanya dijadikan sebagai sumber makanan mereka.

Kenapa? karena banyak orang tua, terutama ayah, tidak menggambarkan seorang raja dan panutan di keluarganya.

Sehingga dengan ekspos budaya barat yang sangat cepat di Indonesia. Membuat anak-anak bangsa menjadikan tokoh-tokoh barat sebagai idolanya.

Kita boleh menghormati atlit, penyanyi, dan siapapun talenta hebat di barat sana. Bagaimana mereka memaksimalkan talenta mereka dengan kerja keras. Kita boleh pelajari mindset dan cara kerjanya bagaimana mereka mencapai kesuksesan mereka.

Tapi untuk dijadikan idola? Tidak bung!

Karena kultur mengidolakan dan menge-fans-kan tokoh-tokoh barat ini dapat meruntuhkan budaya kita sendiri.

Jika ada orang yang harus diidolakan. Satu-satunya orang yang paling pantas menyandang idola adalah seorang Ayah. Dialah raja yang merupakan pemimpin dan panutan untuk anak dalam keluarga.

Jika ayah tidak bisa dijadikan pemimpin hebat dan panutan. Berarti kitalah yang harus berusaha menjadi raja/pemimpin yang baik, agar bisa menjadi idola untuk anak-anak kita.

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *