3 Ungkapan Luar Biasa Muhammad Ali, Laki-laki Harus Tahu!

Salah satu kemampuan Muhammad Ali yang jarang dipublikasikan adalah kehebatannya dalam publik speaking. Dia bisa memberikan ungkapan luar biasa, layaknya presiden, raja, dan filsuf besar.

Ungkapan yang tidak terpikirkan terlontar dari seorang atlit.

Selain sebagai petinju, Muhammad Ali adalah seorang penghibur terhebat dalam dunia olahraga. Namanya bertengger di peringkat pertama sebagai manusia paling terkenal tahun 70an dan 80an. Orang di pelosok Afrika dan Cina bakal mengenal mukanya saat itu.

Banyak sekali ungkapan hebatnya yang jika ditaruh di artikel ini akan memberikan penjelasan beribu-ribu halaman.

Jadi saya hanya akan mengupas tiga kutipan Muhammad Ali yang saya pikir tidak terlalu mainstream tapi wajib diketahui laki-laki. Perlu untuk kita pahami dan pelajari.

1. TENTANG KEYAKINAN DIRI

Don’t be afraid to bet on you, cause you are good enough.

Muhammad Ali

Jangan pernah takut bertaruh atas kamu, karena kamu bisa”

Dalam kehidupan, banyak orang menyepelekan dirinya sendiri.

Kebanyakan orang merendah terlebih dahulu supaya ketika dia gagal dia tidak malu ketika dikonfrontasi atau ditagih kegagalannya. Tetapi Muhammad Ali sebaliknya, dia justru malah melebih-lebihkan janjinya meskipun nanti dia mungkin akan gagal.

Saya beri contoh:

Kebanyakan orang:

si A: Wah kamu serius nanti naik panggung? wah nanti kalahin si C ya?

si B: Eeeh apaan, gua ga bisa nyanyi, ini gara-gara terpaksa naik panggung aja, pasti kalah pasti kalah nih

Muhammad Ali:

si A: gimana kalau dia ngalahin lu?

Muhammad Ali: kalau ada orang bermimpi ngalahin gua. Tuh orang mendingan bangun dari mimpinya dan minta maaf ke gua!

Muhammad Ali tidak pernah takut bertaruh untuk dirinya sendiri.

Dan Muhammad Ali kalah lima kali dalam karir tinjunya. Dan semua kekalahan tersebut punya awal di mana Ali berkoar-koar dengan pedenya bahwa dia bakal menang.

Meskipun kalah, semua malu dan resiko dia telan mentah-mentah dan keesokan harinya Ia berkoar-koar lagi di pertandingan selanjutnya bahwa Ia bakal menang. Seakan-akan kekalahan sebelumnya tidak pernah terjadi.

Lebih lucunya sesaat Ali sudah mengalami awal-awal sindrom parkinson di umur hampir 40 tahun. Seorang jurnalis Inggris pernah berkata pada Ali bahwa pukulan-pukulan tinju yang Ia terima di masa lampau sudah mulai berefek buruk pada kesehatannya. Dengan candanya Ali berkata bahwa Ia tidak mengidap penyakit apapun. Ia bilang kalau gua penyakitan, mana bisa gua bikin orang-orang ketawa di acara elu ini.

Bertahun-tahun kemudian. Setelah dia jelas menderita parkinson. Dikonfrontasilah lagi si Ali oleh seorang jurnalis, nah sekarang sepertinya benar penyakit parkinson sudah menggerogotimu kan. Ali tetap dengan candanya berkata gua sehat-sehat aja kok, kebanyakan orang kena parkinson sudah bergetar-getar tangannya, tangan gua ga ada geter-geternya.

Hingga parkinsonnya sudah sangat parah dan Ia tidak bisa ngomong sepatah katapun. Bukan karena malu, tapi karena memang tidak bisa menggerakkan lidah dan mulutnya dikarenakan sindromnya yang parah.

Ali tetap kuat pendiriannya dan menolak untuk mengasihani dirinya dan juga dikasihani orang lain.

Dan dia menyarankan semua sodaranya untuk melakukan hal yang sama. Ia tidak pernah takut bertaruh untuk diri sendiri. Sampai mati.

2. TENTANG PROSES

I hate every minute of training. But I said, don’t quit!, suffer now and live the rest of your life as a champion.

Muhammad Ali

Saya memenci setiap menit latihan. Tapi saya bilang ke diri saya “jangan berhenti!”, berjuang sekarang sehingga nanti bisa hidup sebagai pemenang.

Kita harus tau, tidak semua proses akan berjalan mulus dan penuh kesenangan walaupun kita melakukan hal yang kita sukai atau merupakan passion dan talenta kita.

Betul kalau kita seharusnya melakukan apa yang kita sukai. Tapi jangan sampai salah kapra bahwa kesulitan dan penderitaan tidak akan datang.

Muhammad Ali adalah petinju kelas berat paling bertalenta sepanjang masa. Talentanya begitu alami sehingga penonton-penonton di masanya takjub seakan menonton Tuhan sedang bertinju di atas ring.

Singkatnya, Muhammad Ali memang terlahir untuk menjadi petarung dan entertainer.

Tapi kenapa Ali membenci latihan tinju yang memang sudah mengalir di darahnya?

Pertama tama, tinju seperti olahraga lainnya memiliki banyak aspek selain sparing dan bertarung. Ada aspek latihan bodyweight, speed bag, angkat beban, lari/jogging. Aspek-aspek ini tidak menyenangkan jika dibandingkan dengan sparing dan bertarung asli.

Jadi tidak semua aspek dalam bidang yang ditekuni itu menyenangkan. Ada beberapa aspek yang harus dijalani, mau tidak mau. Agar kita bisa mencapai tujuan atau impian yang diinginkan.

Muhammad Ali tau dia punya talenta super dalam bertarung. Dia tau dia terlahir sebagai petarung. Tapi yang tidak kalah pentingnya, Ali tau bahwa akan datang periode sulit yang akan menjadi bahan penguji dan pembeda mana pemenang dan mana pecundang.

Jadi jika ada orang sukses bilang dia menikmati setiap detik proses mereka menuju kesuksesan. Itu omong kosong!.

Flash news! Kesulitan dan penderitaan PASTI akan datang, jadi selalu siapkan mental.

3. TENTANG SUGESTI

I am the Greatest, I said that even before I knew I was.

Muhammad Ali

“Saya petinju paling hebat, saya sudah katakan itu sebelum saya hebat.”

Kebanyakan orang-orang takut dan minder untuk berkata pada dirinya sendiri bahwa dirinya yang paling hebat. Apalagi ngomong ke orang lain.

Muhammad Ali yakin dan mengerti bahwa kata-kata positif maupun negatif yang diucapkan terus-menerus akan menjadi mantra dan kenyataan. Ia tau jika Ia berkata hal positif dan meyakinkan visinya tersebut kepada dirinya sendiri. Lama-kelamaan visinya akan menjadi nyata.

Mentalitas ini yang mendefiniskan era seorang kompetitor sejati.

Apapun bidang yang dijalani, seorang kompetitor sejati harus selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa dirinya lah yang paling hebat. Sehingga mentalitas ini akan selalu menuntun orangnya untuk selalu pada garis kemenangan.

Dan Muhammad Ali lah pelopor mentalitas ini di bidang tinju mungkin di olahraga manapun. Dia juga pencetus istilah atau ungkapan greatest of all time atau GOAT. Di mana istilah tersebut sangat populer sekarang dan digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang sangat hebat di bidangnya melampaui semua pesaingnya.

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *