Beginilah Saat-saat Muhammad Ali Berteriak Kepada Seluruh Pemerintah AS

Muhammad Ali, petinju legenda Amerika tahun 60an, pernah berteriak dan berdebat di depan banyak orang-orang kulit putih yang memaksanya ikut perang Vietnam.

Tepatnya di tahun 1967, pemerintah AS memaksa Ali untuk wajib militer, membela negara yang super diskriminatif.

Sebelum kita kesitu, saya ingin mengajak pembaca untuk mengenal Muhammad Ali. Supaya kita punya latar belakang pengetahuan untuk mengambil pelajaran dari si petinju ini.

Banyak hal yang bisa kita pelajari tentang Muhammad Ali selain tinju.

Muhammad Ali adalah seorang pembicara luar biasa, raja seni bacot (trash-talk), penjual (salesman), dan penghibur terhebat dalam sejarah olahraga.

Ia juga bisa menjadi seorang komedian karena kemampuannya membuat khalayak banyak tertawa.

Muhammad Ali juga seorang penyair hebat. Dia menggunakan sajak-sajak syair untuk menjual pertandingan-pertandingan tinjunya dan untuk menghibur para penonton.

Sajak-sajak yang anak jaman sekarang akan sebut sebagai lirik rap atau hip-hop.

Banyak orang menghormati Muhammad Ali karena pengetahuan dan tingkat intelektualitasnya yang tinggi. Digabung dengan kemampuan hebatnya sebagai pembicara publik (public speaker).

Lalu kenapa Ali berteriak dan mendebat khalayak orang-orang berkulit putih di depannya?

Muhammad Ali adalah orang berkulit hitam yang hidup di jaman rasisme yang luar biasa tinggi. Terutama di Amerika.

Masa-masa awal Ali hidup, tahun 70an ke bawah, adalah masa di mana seorang anak laki-laki berkulit hitam bisa disiksa dan dibunuh dengan kejam hanya karena bersiul (catcalling) kepada anak perempuan berkulit putih.

Masa di mana orang berkulit hitam tidak bisa makan di restoran yang sama dengan orang berkulit putih. Tidak boleh memakai toilet yang sama dengan orang kulit putih. Tidak boleh membangun usaha atau bisnis di kota. Dan bisa dibunuh atau disiksa secara kejam tanpa alasan.

Hal-hal diskriminasi tersebut melatarbelakangi Muhammad Ali untuk menolak dan berdebat lantang di depan khalayak orang banyak ketika Ia ditentang karena menolak untuk ikut serta dalam perang Vietnam.

Ali berkata “kenapa saya harus berperang untuk negara Amerika ketika saya:

  • Ditentang dan dilarang untuk bebas merdeka
  • Ditentang dan dilarang untuk mendapat hak yang sama
  • Ditentang dan dilarang untuk beragama

Kau ngomong soal wajib militer, tapi kau sendiri bocah-bocah kulit putih mati-matian mau kabur (dari wajib militer) ke Swiss, Kanada, dan London.

Aku nggak bakal bantu siapapun untuk menjajah negeri lain. Kalau saya mau mati, aku bakal mati di sini melawanmu. Itu kalau saya mau mati.

Kau lah musuhku. Musuhku adalah orang kulit putih, bukan orang Vietcong, orang Cina, dan orang Jepang.

Kau yang menentangku saat aku ingin kebebasan.

Kau yang menentangku saat aku ingin keadilan.

Kau yang menentangku saat aku ingin persamaan hak.

Kau bahkan tidak membelaku di sini di Amerika terhadap keyakinan agamaku dan kau ingin aku pergi berperang, padahal kau tidak mau membelaku di sini di rumah sendiri!

Muhammad Ali kepada kulit putih dan pemerintah AS

Ini kalimat aslinya, diteriakan Muhammad Ali kepada orang kulit putih dan pemerintah AS di tahun 1967:

You’re talking about me about some draft, and all of you white boys are breaking your neck to get to Switzerland and Canada and London.

I’m not gonna have nobody get some my negros don’t have. If I’m gonna die, I’ll die now right here fighting you. If I’m gonna die.

You’re my enemy. My enemy is a white people not Vietcong or Chinese or Japanese.

You’re my opposer when I want a freedom. You’re my opposer when I want a justice. You’re my opposer when I want an equality.

You won’t even stand up for me here in America for my religious beliefs and you want me to go to somewhere and fight, but you won’t even stand up for me here at home!

Omongan Muhammad Ali kepada kulit putih dan pemerintah AS.
My Impersonation: Muhammad Ali on Vietnam War

Dengar originalnya

Ali on War

Adalah luar biasa jika dipikirkan dan diimajinasikan bagaimana Ali yang notabene petinju tidak berpendidikan. Bisa spontan mengeluarkan kata-kata luar biasa tersebut kepada mahasiswa-mahasiswa berpendidikan di depannya.

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *