Indonesia Yang Semakin Kebarat-baratan dan Bagaimana Peran Bahasa Inggris?

Di jaman globalisasi ini, hampir semua aspek kehidupan sudah dibarat-baratkan. Teknologi, pendidikan, infrastruktur, transportasi, dll.

Pernah kah kamu terpikir dengan hal yang tidak kebarat-baratan di jaman sekarang di negeri kita Indonesia?

Apa hal yang orang barat tidak punya yang kita juga tidak punya dalam segi materialistis?

Hampir tidak ada!

Sistem dan struktur universitas, transportasi umum, edukasi, teknologi, hiburan, dll. Khususnya di Jakarta, sudah mirip dengan di barat.

Pada akhir tahun 90an dan awal 2000an di Amerika. Komputer, internet, dan game online sudah barang biasa buat mereka. Bergaya di media sosial seperti myspace dan friendster adalah kebiasaan mereka orang Amerika. Chattingan di aplikasi semacam mIRC dan yahoo massenger pun hanya mereka yang mengerti.

Bagaimana di Indonesia? Jangankan internet, punya gameboy atau nintendo hitam putih pun orang sudah pamer. Warnet masih sangat jarang dan hanya ditempati oleh orang-orang dan anak muda menengah ke atas. Saya masih ingat dahulu banyak “anak kampung” minder ketika dipinjamkan gameboy atau nintendo anak majikan orangtuanya karena mereka tidak mengerti memainkannya dan takut dibilang katro. Mereka lebih senang bermain bola di lapangan yang becek daripada bermain game internet.

Sekarang sudah berubah. Anak-anak kampung sudah sangat pede memainkan permainan yang jauh lebih canggih dari gameboy atau nintendo. Mereka pergi ke warnet atau warkop untuk main game online dengan berteriak-teriak f**k, sh*t, dll.

Bagaimana dengan handphone. Saya masih ingat ketika handphone masih barang wah dan merupakan alat pamer paling manjur di awal 2000an. Teknologi MMS (Multimedia Messaging Service) merupakan salah satu teknologi komunikasi canggih di jamannya. Yaitu teknologi yang memungkinkan kamu mengirim foto atau video lewat SMS haha.

Bagaimana dengan transportasi?

Dahulu orang yang naik turun dari mobil pribadi sudah merasa besar kepalanya. Mereka tau kalau orang-orang akan menengok melihat mereka naik turun mobil isuzu ataupun honda civic dengan anggapan mobil-mobil tersebut mahal dan hanya orang-orang tertentu yang menggunakannya.

Sekarang karena teknologi, banyak mobil berceceran di Jakarta mencari orang untuk duduk di mobil mereka. Hanya dengan bayaran 10rb hingga 30rb pun ayok. Dan orang-orang sudah tidak menghiraukan apalagi menengok siapapun yang keluar dari mobil-mobil tersebut.

Sekarang tersisa mobil Lambo, Rolls Royce, dan semacamnya yang masih menjadi batas sosial orang-orang Indonesia sekarang ini.

Semua orang di dunia sudah bisa melakukan apa yang dahulu hanya orang barat bisa lakukan.

Tapi ada tapinya sodaraa.

Bisa melakukan bukan berarti bisa menciptakan. Bisa membeli bukan berarti bisa memproduksi. Bisa menikmati bukan berarti bisa berkreasi.

Intinya

Dengan program westernisasi atau pembaratan negara-negara di dunia oleh negara adidaya seperti Amerika dan Inggris. Tidak semua efek dari westernisasi itu bagus, dan tidak semua juga jelek. Kita harus pintar dalam menyeleksi apa yang harus kita tanamkan dan terapkan di negara kita. Kita harus pintar memilah mana daging dan mana tulang.

Salah satu solusinya adalah bagaimana kita menggunakan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, untuk mengkopi kehebatan mereka dalam bidang yang bermanfaat untuk kita.

Kemampuan membaca dan mendengar suatu bahan edukasi yang orisinal dari Amerika, seperti buku-buku, dan menggunakan ilmu tersebut untuk membuat karya versi kita sendiri.

Bahasa Inggris bukan untuk gaya-gayaan dan keren-kerenan semata. Hal tersebut tidak mengesankan untuk orang-orang intelek Indonesia. Ups, salah. Mungkin untuk semua orang Indonesia. Dalam lubuk hati yang paling dalam, tidak ada yang terkesan dengan mereka bocah-bocah yang menggunakan bahasa Inggris untuk keren-kerenan dan sumpah serapah.

Andaikan 1% saja dari seluruh orang Indonesia yang mempelajari bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, tau betul hal terpenting dari mempelajarinya. Dan memusatkan seluruh energi ke hal terpenting tersebut. Niscaya orang tersebut dan negeri ini pastinya akan maju.

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *