3 Cara Ngomong Seperti Orang Inggris/Amerika Asli

Ngomong Inggris dengan logat Amerika bisa membuat pesan-pesanmu lebih mudah dan enak didengar.

Cukup penting dipelajari untuk orang hubungan internasional, kedutaan, dan pembicara publik. Yang sering berhubungan dengan orang asing.

Kenapa?

Beberapa minggu lalu, saya menghadiri meeting training yang cukup penting di kantor dengan beberapa rekan kerja. Kebetulan pembicaranya dari Singapura yang notabene ‘jago’ berbahasa Inggris.

Si pembicara ini tidak berada di ruang meeting bersama kita. Dia memberikan training langsung dari Singapura.

Yup, dia berbicara melalui alat video konferensi di kantor.

Singkat cerita setelah meeting training selesai. Kita satu tim kerja cukup kesal dan kebingungan. Karena panjang lebar si pembicara ngomong, hampir semua instruksinya kita tidak mengerti.

Setelah kita tau inti dari training ini beberapa hari kemudian. Kita mengerti bahwa training ini sebenarnya dapat dijelaskan secara singkat dan tidak perlu panjang lebar. Namun pembawaan dari si pembicara memberi kesan bahwa training tersebut adalah sulit.

Pembicara asal Singapura ini memiliki ciri khas dalam bahasa Inggrisnya. Kalau kita dengar, sekilas dia sedang ngomong Mandarin. Padahal tidak ada satupun kata Mandarin terucap olehnya.

Dia ngomong Inggris!

Namun mendengar bahasa orang ini seperti mendengar bahasa Mandarin dicampur dengan Inggris, dengan perbandingan 80% dan 20%. Dengan kata lain, dia berbicara Bahasa Inggris dengan logat Mandarin.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berbahasa Inggris dengan logat lokal sendiri. Mau Inggris Jawa atau Inggris Batak tidak masalah. Asal ada konteksnya, bahwa kamu mempelajari bahasa Inggris hanya untuk passive communication. Jadi, kamu mempelajari bahasa Inggris untuk belajar dan ngomong sekadarnya.

Tapi untuk kamu yang berencana menjadi trainer atau speaker dan kamu ingin pesan kamu bisa tersampaikan tidak hanya di Indonesia. Penting sekali jika kamu punya skill speaking yang menyamai atau mendekati orang native atau orang yang bahasa utamanya adalah bahasa Inggris, ex: orang Amerika, Inggris, Australia, dll.

Berikut tiga caranya:

1. Latihan Variasi Nada dan Intonasi

Dalam Bahasa Inggris, tidak semua kata mendapat penekanan dan nada yang sama. Kalau kamu sering nonton film Hollywood, kamu akan tahu nada-nada apa yang dimaksud. Tapi, sering mendengar atau listening saja tidak cukup dan tidak akan membuat logat kamu seperti native. Kamu harus sering memperhatikan dan latihan ritme-ritmenya.

2. Sering-sering Gunakan Kelompok Kata (Collocations)

take a walk, build a house, change the oil, avoid an accident, by mistake, in queue, at the top, take advantage of, pay attention

Kata-kata di atas disebut kelompok kata atau collocation . Kalau kamu perhatikan, orang native banyak menggunakan kata-kata kelompok dalam percakapan.

Dengan kata lain, mereka tidak merangkai kata satu per satu. Mereka menggunakan gabungan kata yang sudah menjadi gabungan kata yang lumrah atau standard di asal mereka.

Kita ambil contoh pay attention di atas. Kata pay berarti membayar/melunasi/menggaji. Tapi ketika kata pay disambung dengan attention. Kita yang orang Indonesia akan langsung beranggapan bahwa artinya membayar perhatian. Sehingga artinya menjadi rancu. Padahal kata gabungan tersebut kalau diterjemahkan berarti perhatikan.

Kenapa? karena itu sudah standard omongan mereka atau sudah lumrah. Kalau kata orang betawi: dari sononya!.

Inilah yang dinamakan collocation. Dan orang native sering menggunakan kata collocation dalam percakapan. Jadi kalau kamu ingin ngobrol seperti orang native. Sering-seringlah memadukan collocation dalam latihan speaking kamu.

3. Jangan Samakan Lidah Indonesia Dengan Lidah Inggris

Kita orang Indonesia mengira bahwa Bahasa Inggris diucapkan sama seperti Bahasa Indonesia. Terutama dalam dialek dan pengucapan.

Yup betul orang asing tetap akan mengerti apa yang kita maksud. Tapi kebiasaan ini akan membuat lawan bicara kita susah payah untuk terus berkomunikasi dan mendengarkan kita.

Seperti contoh di pembukaan di atas, sepanjang meeting kami rekan kerja lelah mendengar pembicara asal Singapura yang memberikan kita training. Akhirnya, semua tidak memperhatikan, saya pun juga capek memperhatikan, karena sulit sekali mencerna apa yang benar-benar dia bicarakan. Karena logat Mandarin yang dia integrasikan di English Speaking nya sangat kental.

Bahasa Inggris memiliki frase, ungkapan (idiom), collocation, dan intonasinya sendiri. Bahasa Inggris punya ritme. Kata yang sama bisa diucapkan berbeda, tergantung kalimat dan kata sebelum atau sesudahnya. Contoh:

It is a hell of a game.

Kita yang orang Indonesia akan mengucapkannya sebagai berikut:

it is ə hell of ə gem

Sedangkan mereka yang native akan mengucapkannya seperti ini:

isheləvəgame

‘It’s’ menjadi is, ‘of’ menjadi ‘əv’, dan ‘a’ menjadi ‘ə’.

Kesimpulan

To sum this up

  • Kalau kamu ingin jadi speaker atau pembicara skala internasional. Kamu ingin suara/pesan kamu terdengar tidak hanya di Indonesia. Pelajarilah bahasa Inggris sampai kamu terdengar atau mendekati native. Agar pesan kamu dapat tersampaikan dan didengarkan terus oleh banyak orang.
  • Cara ngomong bahasa Inggris yang benar adalah dengan banyak menggunakan kata-kata kelompok (collocations), dan kurangi latihan per kata (individual words)
  • Kefasihan (fluency) hanya bisa dicapai jika telinga dan lidah kita terlatih dan terekspos pada bahasa yang ingin ‘difasihi’.
  • Bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi dunia. Bukan bahasa untuk pamer dan keren-kerenan.

Dan yang terakhir yang paling penting:

Kegetolan dalam mempelajari bahasa lain sekali-kali tidak boleh sampai mengubah adab dan budaya kita sebagai orang Indonesia.

huebat.com

Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *